Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Raga. Rasa. Hancur cerita

sampai kini aku tidak mengerti kenapa Tuhan menciptakan rasa kenapa tidak semua sama saja kenapa harus ada sebuah kecenderungan lebih terhadap salah satunya Sampai sekarang aku berkutak dengan pilu Didesak-desak oleh rindu yang terburu-buru Seperti rasa dahaga, kekeringaan, kerontang Sampai kini aku   menunggu disudut jauh dari pintu Ingin melangkah maju namun ragu Ingin melangkah mundur celahpun tak ada Bukankah seharusnya semua sama saja Bukankah kecenderungan ke salah satunya,  Baik untuk ditiadakan saja? Kini saatnya kita berbicara empat mata Jauh sampai dengan titik terdalam alam bawah sadar Menanamkan perintah Memutuskan tali harapan Menghancurkan rasa Meleburkan rindu Menyudahi cerita

Ketidakjelasan Kesekian #6

Akhirnya aku mulai untuk menulis kembali Menuangkan segala isi pikir yang tak terucap lewat suara namun kata Aku rasa kamu juga bisa peka Untuk tidak mampu menahan dan harus meluapkan namun   tidak tahu dengan apa Sama rasanya seprti kekuatiran dan keyakinan Perbandingan akan aura negative dan positif yang sama kuatnya Mengenai persimpangan yang tidak tahu harus berbelok kemana Ketika keduanya mempunyai kekuatan seimbang Datang dan pergi hal yang biasa Hingga lama lama terkesan biasa saja, seperti basa basi Antara tidak berujung   kemana mana Atau hanya sekedar pencuci mulut belaka Sudah ada pilihan untuk memutar   kemana? Ketika keyakinan tak lagi sekuat kekuatiran Kau pendam dalam dalam Dalam diam Dalam kelam

Untitled Poem #3

Berada di garis yang sama Coba,  tarik lurus saja Sama sejajarnya Badan terlalu kaku Dengan mata yang tak lagi berkaca-kaca Apa karena hati sudah tidak lagi bisa merasa Tergores saja,  rasanya tidak luka Mau pergi jauh ingin menetap Mau menetap didorong untuk pergi jauh Semesta terlalu suka untuk bercanda Tidak mengenal waktu Tidak juga mengenal tempat Siapa yang ingin berhenti jika sudah merasa dekat Meski sudah luka luka Namun tidak berdarah Tidak lagi Karena sudah lebih dari parah  Sungguh semesta suka sekali untuk bercanda Mengutak ngatik kehidupan yang hampir tertata Walau dengan ruang ruang hampa Galak semesta