Skip to main content

Posts

Profesi NERS; 22 Februari 2017, Persalinan Normal

Ini hari kedua saya dinas malam, sebelumnya sore hari pukul 5PM sudah ada pasien yang baru masuk, seorang Ibu yang cukup umur sudah berkepala 3 namun baru mengandung anak pertama, untuk mahasiswa seperti saya yang belum pernah melihat persalinan normal sebelumnya justru akan sangat menyenangkan dan tidak sabaran untuk menyaksikan persalinan nommal. ketika sudah jam 9PM dan lewat hampir lebih dari 4 jam, dan masih stay di buka'an 2. jadi buat Ibu hamil yang akan melahirkan pasti akan memiliki kontraksi, selama menanti pembukaan lengkap ibu akan selalu  merasakan kontraksi, namun tak semua ibu mampu menoleransi rasa kontrasi yang selalu saja datang. Berhubung masih bukaan 2 dan harus lengkap sampai 10 jadi para tenaga kesehatan seperti kami profesi ners dan koas, juga dokter dan bidan stand by dan tidak tidur, ya sambilan tidur tiduran ayam karena berhubung sedang dinas malam. Akhinya tepat pada pukul 5AM dan para mahasiswa D3 bidan memberikan kabar bahwa ibu ters...

Tak Jatuh, Tak Tumbuh

Aku memang mampu melewati apapun yang didepanku, bahkan rasa sakit sekalipun yang aku mampu pendam sedalam lubuk hatiku. Kau tak perlu tahu seberapa sakit jatuh yang kupunya, seberapa berat beban dihati yang tertinggal, tapi mengajarkanku bayak hal yang tak pernah kau duga sebelumnya.  Tak ada yang perlu kau sesali, begitu juga dengan diriku. Kita berdua tinggal debu  masa lalu yang kadang tertiup angin dan terhirup  kembali, lalu pergi, berlalu. Kita hanya perlu mengingat bahwa akan selalu ada rasa sakit disetiap "tumbuh" hidupmu. akan selalu ada rasa "jatuh" disetiap sisi langkahmu.  Terima kasih telah memperbaikiku jauh dari dugaanku. selamat tinggal, debu masa lalu

Senin, 09 Januari 2017 "Disebuah RSUD"

Saya adalah mahasiswi profesi yang mengambil Ners. Lulusan sarjana keperawatan yang harus mengabdi kurag lebih setahun dirumah sakit, puskesmas, maupun panti werdah/ jompo. Selalu ada banyak hal yang terjadi selama profesi. Baik yang menyenangkan, sampai yang paling menyebalkan. Tentunya kedua hal tersebut bisa dijadikan pelajaran. Hari ini saya ke farmasi yang terdapat di lantai 3 gedung sebelah. Saya sedang melihat sebuah transaksi pengambilan obat antara adik siswi bidan dan kakak pegawai yang bertugas di farmasi. Dengan suara yag menurut saya tidak sopan, sedikit bernada cepat dan tinggi sang kakak pegawai berkata  "Bacalah itu cepat dek, apa nama obatnya" "Dex.. dex..." "Bacalah dek, bisa baca kan. Itu ada nama obatnya baca aja" "Dex. Dex....." "Udah gausah dipaksa. Gausah keinggris inggrisan. Baca aja biasa ga bisa rupanya" "Dext..dextroose... 500cc, kak" "Ha, nah terus apa..." Dan ...

Untuk Ibu, dari-ku yang juga (bermimpi) menjadi Ibu

Sudah 22 tahun hidup didunia dan untuk kesekian kalinya Ibu saya akan merayakan harinya yang kedua disetiap akhir tahun. Hari Ibu. Semenjak mulai dinas dirumah sakit, saya semakin (sebenarnya sudah) namun jadi semakin karena melihat bayaknya orang sakit yang datang silih berganti setiap hari. Kali ini, mari kita bahas mereka, wanita, seorang Ibu. Tak jarang saya menyaksikan orang lain kehilangan Ibunya, dan syukurnya saya masih punya kamu, Ibu. Ketika seseorang kehilangan Ibunya, anak lain diluar sana bahkan menelantarkan Ibi dengan cara: tidak membantu kerja khususnya kerjaan rumah, suka melawan, membantah, membentak, tidak memperdulikan. Saya heran kenapa masih ada beberapa dari kita, dan mungkin saya sendiri (masih) secara tidak sengaja meyakiti hati Ibu. Walau kadang yang Ibu inginkan hanyalah agar kita menjadi anak baik saja dan itu sudah cukup. Saya sudah menjadi tante, dan sejujurnya itu cukup membutuhkan sebuah kesabaran karena saya harus rela bangun lebih awal...

Kata-Kata Orang

Kata orang cinta itu adil Bisa datang kapan saja dan dimana saja Datang sesuai dengan waktunya Datang sesuai dengan cerminannya Kata orang (juga) cinta itu tidak adil Membiarkan yang kita cintai diambil oleh yang lain Membiarkan kita berkeluh kesah akan rasa Menangisi kisah yang tak sampai dipelukan Lalu aku harus apa Ketika kata orang semua bisa beda Kadang adil kadang juga tidak Kata orang selalu saja meragukan, mengambang Aku tanya langsung pada cinta Kata orang mana yang memang benar Cinta bisa apa Dia bilang aku harus menunggu Kata orang mana lagi Bahwa cinta harus menunggu Membiarkan rasa rindu membusuk membelenggu Menyabik-nyabik rasa hati menelusuk jantung Aku bosan dengan itu Dengan kata kata orang itu Yang bahkan adil dan tak adil hanya bayang semata Melambai-lambai membiarkan sesak didada

Profesi Ners on Diary #1

Ga pernah nyangka bahwa semua bakalan seperti ini, tau ga sih, ketika banyak mahasiswa yang salah jurusan dan terpaksa ngejalaninnya walau ga sepenuh hati, namanya juga paket, mau ga mau profesi harus diikutin. Kurang lebih setahun kita akan mengabdi, merawat pasien, dan memberikan penyuluhan. Hari pertama masuk rumah sakit awalnya bingung, karena waktu kukiah di fakultas keperawatan kita tuh jarang yang namanya tindakan "direct to patient". Kita banyakan ke bantalan, ke boneka, dan tangan, badan, maupun kaki yang cuman mainan. Ketika tiba dirumah sakit rasanya jleb, ketika yang dijumpai adalah manusia yang it means kita bakalan hati hati. Kita pegang nyawa. Kalau biasanya kaka perawat bilangnya "kita ini pegang manusia ya dek, orang, bukan boneka. Yang kita pegang juga nyawa, jadi hati hati dalam memberikan tindakan". Sehari dua hari sudah mulai terbiasa. Terorientasi dengan kondisi ruangan yang sedang dijalani, berhubung tiap minggu kita bakalan gan...

Bukan persinggahan ; Ini Ketulusan

Aku pernah berkata pada diri sendiri untuk tetap kuat. Saat dimana kita berpisah dan memutuskan untuk tidak bersama lagi. Merasakan dunia hanya dihuni malam sana. Merasakan dunia hanya dihuni hujan saja. Bermusim satu, musim hujan. Setiap hari aku berpikir susah payah dalam mencerna akan apa yang harus hatiku lakukan. Memikirkan semua kejelekanmu dan menimbulkan rasa benci didadaku. Bergejolak ingin sekali memukulmu tepat diwajah itu.  Hati yang tersimpan didalam sobekan masih tertutup rapi. Mengamankan posisi. Kelak rasa itu timbul kembali, walau dengan harap kita tak usah bertemu dan bersama lagi. Bukankah tidak adil ketika kamu datang kembali? Merogoh dan menyentuh langsung tepat pada hati dalam sobekan. Meninggalkan benih bertumbuhkan bunga. Menyiram banyak, memekarkan diri. Aku lupa untuk berkompromi dengan hati. Bahwa ini tak seharusnya terjadi. Memekarkan benih bunga yang tak kujatuhkan dengan sendiri. Ini tidak adil. Jangan datang lagi jika hanya ingin pe...