Skip to main content

Senin, 09 Januari 2017 "Disebuah RSUD"

Saya adalah mahasiswi profesi yang mengambil Ners. Lulusan sarjana keperawatan yang harus mengabdi kurag lebih setahun dirumah sakit, puskesmas, maupun panti werdah/ jompo.

Selalu ada banyak hal yang terjadi selama profesi. Baik yang menyenangkan, sampai yang paling menyebalkan. Tentunya kedua hal tersebut bisa dijadikan pelajaran.

Hari ini saya ke farmasi yang terdapat di lantai 3 gedung sebelah. Saya sedang melihat sebuah transaksi pengambilan obat antara adik siswi bidan dan kakak pegawai yang bertugas di farmasi. Dengan suara yag menurut saya tidak sopan, sedikit bernada cepat dan tinggi sang kakak pegawai berkata 

"Bacalah itu cepat dek, apa nama obatnya"
"Dex.. dex..."
"Bacalah dek, bisa baca kan. Itu ada nama obatnya baca aja"
"Dex. Dex....."
"Udah gausah dipaksa. Gausah keinggris inggrisan. Baca aja biasa ga bisa rupanya"
"Dext..dextroose... 500cc, kak"
"Ha, nah terus apa..."

Dan nada beliau pun kembali reda. Sedih rasanya ketika pegawai yang kiranya bisa menjadi panutan kok begitu dalam berbicara. Ya wajar saja saya rasa bagi adik bidan kesusahan dalam membaca jika nama obat juga terlihat sulit. Apalagi jika memang adik bidan tidak terbiasa mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur unsur bahasa inggris.

Ya bok ngomongnya sopan gitu loh. Toh yang datang juga baik baik. Mintanya baik baik. Ngomongnya baik baik, bok diwelcomein juga dengan baik. Saya mah ga kuat jumpa orang begituan. Seperti kurang diajarkan dalam menggunakan tata bahasa yang baik dan intonasi yang baik pula. 

Buka pertama kali saya bertemu kisah kisah seperti ini. Ada baiknya ditegur saja kalau dibentak. Toh kalau gamerasa bersalah kenapa harus takut? 

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...