Skip to main content

Posts

Bercita-cita Menjadi Sutradara? Yuk Kepo-in 6 Tugas - Tugasnya!

Nonton bioskop sudah   menjadi kebiasaan setiap orang. Ada yang memang hobby, ada yang menjadikan nonton bioskop atau movie lainnya sebagai pelampiasan penat dan bosan yang menghantui. Alur yang menegangkan, scene yang tidak tertebak, adegan-adegan yang luar biasa keren, sampai audio- audio yang hilang timbul demi membantu mendukung suasana yang sedang terjadi didalam cerita. Pernahkah kita berfikir siapa dibalik semua hal tersebut? Menciptakan sebuah kreasi yang bahkan kita sendiri belum mampu melakukannya. Dengan bantuan kreativitas dan ide-ide pendukung membuat semua terlihat lebih hidup, berkat si dalang, sutradara. Menurut KBBI, Sutradara ( sut.ra.da.ra ) adalah orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas masalah artistic dan teknis dalam pementasan drama, pembuatan film, dan sebagainya. Lalu apasih yang membedakan tugas-tugas sutradara dengan rekan-rekan perfileman lainnya? Check this out! 1. Memahami Naskah Naskah yang sudah dipilih oleh s...

Percaya, atau Yakin? Kau bagian dari Kerumitan yang mana?

Aku bukan satu-satunya yang punya banyak pertanyaan didalam kepala Tentang Apakah bumi bulat atau datar Tentang apakah pelangi memang datang setelah hujan Apakah setiap penderitaan selalu diakhiri dengan kisah bahagia Pertanyaan dikepalaku Pertanyaan dikepalamu Kumpulan pertanyaan rumit yang aku, kamu, bahkan mereka juga tidak tahu Tidak mampu membalas Tidak mampu menyelesaikan titik titik, atau memberi kata setelah tanda tanya Kau menyuruhku untuk meyakini apa yang aku mau Lalu aku dihancurkan oleh keyakinanku sendiri Kau anjurkan aku untuk percaya Bahwa hal positif yang aku fikirkan bisa berbuah hasil manis Sejenak aku merenung dan bertanya Ketika apa yang kupercaya mencobaiku habis-habisan Titik darah penghabisan Kau mau suruh aku dengan apa lagi? Kau  mau yakinkan aku akan apa lagi? Memaksaku untuk percaya? Atau menganjurkanku meyakini bahwa cobaan juga berakhir bahagia Seperti pelangi yang datang sehabis hujan? Abstrak ...

Jalan Ke Kota Tua? Jangan beli minum Sembarangan!

Sudah pernah ke kota tua belum? Saya sudah! Sudah sekali, doang. Kota tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia lama, sebuah wilayah kecil dijakarta, Indonesia. Pada awalnya, kota Tua merupakan kawasan yang dibangun colonial Belanda sebagai pusat perdagangan di iAsia. Kota Jakarta yang saat itu dikenal dengan nama Batavia menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negri lewat jalur pelayaran. Apa saja yang dijumpai di kota tua? Banyak! Wisata kuliner juga cukup banyak ditemukan didaerah sekitar. Berdekatan dengan kota tua, kita bisa sekalian mengunjungi Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, Batavia Café, Museum Fatahillah, dan banyak lainnya. Lalu bagaimana dengan kondisi cuaca? Tentunya panas, jika musimnya. Dan seperti biasanya, penjual minuman juga banyak dimana-mana. Beberapa pedagang membawa minuman dingin dengan berbagai jenis rasa dan berbagai jenis warna, jika dilihat-lihat, tentunya kita sudah merasa biasa, lalu seorang teman...

Perjalanan Program Studi Profesi Ners; September 2016

Program Studi Sarjana Keperawatan tentunya berbeda-beda disetiap universitas, kala itu, tahun saya memakai sitem KBK, dimana kami belajar terlebih dahulu selama 4 tahun, lalu lanjut 1 tahun untuk praktik dilapangan, seperti: dirumah sakit umum pusat, dirumah sakit umum daerah, rumah sakit jiwa, puskesmas, dan terjun langsung ke masyarakat- dilingkungan mereka. Untuk pertama kalinya, September 2016 saya menginjakkan kaki kerumah sakit dan terjun langsung ke masyarakat. Waktu itu, kami di acak, kisaran 100 –an mahasiswa dan mendapatkan “wilayah pertama” yang berbeda-beda. Tentunya, kami semua sudah di-orientasikan terlebih dahulu. Saya mendapatkan RSJ, Rumah Sakit Jiwa. Yey! Waktu itu rasanya senang, karena ini stase yang banyak disukai mahasiswa profesi ners, dari kata senior-senior yang sudah lewat sih begitu. Karena memang tenaga yang dikeluarkan tentu tidak sebanyak tenaga yang dikeluarkan jika dinas dirumah sakit umum daerah maupun rumah sakit umum pusat. Pembagia...

Ketidakjelasan Kesekian #5 //Poem//

Mengayomi itu baik Mendidik dengan cerdas juga baik Perduli, lebih baik lagi Karena semakin lama dunia semakin sempit dan apatis Bertemu orang yang perduli sudah semakin susah Lalu bagaimana cara perduli yang benar? apakah semua cara "perduli" sudah termasuk baik? Maksud yang baik akan berakhir buruk jika disampaikan dengan yang salah Maksud yang baik juga akan salah jika menggunakan intonasi kata yang tidak tepat Penggunaan bahasa yang salah Lalu bagaimana cara yang tepat agar cara perdulimu tersampikan dengan benar? Masuklah, lebih dalam. Masuklah, menjadi dirinya, menjadi diri orang yang dituju Dalamilah jiwa dan raganya Dalamilah cara dia memandang dunia Cara dia menghadapi segala sesuatu dihidupnya Hingga pada akhirnya kamu akan menemukan cara yang tepat untuk perduli padanya Pesan yang tersampaikan Kasih yang tersampaikan Karena perduli, berarti mengasihi Lalu, apakah harus seribet itu? Tentu tidak Tidak seberat itu Tidak serumit itu Karen...

Ketidakjelasan Kesekian #4 /Poem/

Sampai sekarang aku heran Mengapa wanita mendambakan cinta Mengapa bukan logika saja? Mengapa otak kita berbeda? Haruskah penuh dengan perasaan? Mungkin. Memang sudah ditakdirkan. Hanya saja siapa yang mengerti? Toh kita bukan pencipta. Ijinkan aku menganalisa Mengapa mencinta dan bercinta bisa menjadi sepenting ini dalam hidup manusia Apa semua hanya tentang rasa bahwa engkau diinginkan? Bagaimana jika itu nafsu belaka? Lalu bagaimana membedakannya? Up. And Down. Ada yang bilang,  cinta soal menerima Ada yang bilang,  cinta tak suka berburuk sangka Ada juga yang bilang,  cinta soal melepaskan Seperti rumah. Jika kamu memberikan kenyamanan,  maka cinta yang tepat akan selalu pulang Untukmu, Yang bertengkar dan bergumam dengan jarak,  hati-hatilah menjaga hati Tidak kah kau tau, bahwa zaman sudah beda Ketidak-kuatan iman dapat menggoyahkan cinta Harta.  Tahta.  Wanita Lalu lelakimu ada dibagian mana? Jangan kata a...

Pelajaran yang Saya Dapatkan Selama Pengangguran (Dan Masih Pengangguran)

Kalau dihitung-hitung, saya udah tiga bulan menjadi pengangguran, karena terakhir kali diwisuda waktu itu   bulan November 2011. Sebenarnya saya tidak officially pengangguran, karena punya penghasilan sampingan: dari ngajar, bisnis Nu Skin, Menulis, Translator dan banyak lainnya. Saya berusaha untuk tidak membiarkan masa-masa pengangguran saya ini tidak di-isi dengan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas. Pendek cerita, saya adalah anak perempuan yang besar dengan kekangan. Tidak heran saya “cukup bandel” waktu didunia perkuliahan, banyak sekali “peraturan rumah” yang terkadang saya langgar demi memuaskan fase “ingin mengaktualisasikan diri” saat itu. Jujur, sulit untuk mengerti bahwa   orang tua punya alasan untuk melakukan kekangan dan banyak peraturan, katanya ya, memang beda-beda cara orangtua dalam mengekpresikan rasa sayang pada anaknya, sekalipun itu dengan tindakan kekangan dan banyak peraturan. Hal ini membuat saya sedikit kesal dan berkata pada diri “suatu ...