Skip to main content

Ketidakjelasan Kesekian #2


Hari ini, tepatnya dari semalam, aku merasa ada yang aneh dari diriku. Sesibuk apapun aku berusaha  mengisi hariku dengan  aktivitas harianku, disela terdiam dan termenung, rasa itu muncul lagi. Sebuah rasa yang pernah aku ceritakan dulu, sebuah rasa yang aku katakana, bahwa aku sendiri tak mengerti.

Kadang aku berfikir, apa ini yang namanya syndrome “pasca berpisah?” Apakah memang syndrome seperti itu memang ada? Kamu merindukan bercerita dengan seseorang yang “close enough to you” tapi there is no more that thing anymore.

Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa ini hanya sekedar syndrome saja, bahwa ini hanya menguji bahwa aku mampu atau tidak, menguji bahwa aku “masih tinggal” atau “sudah pergi untuk selamanya”.

Hasil gambar untuk wave

Rasanya, aku sengaja dibiarkan sendiri untuk mengerti bahwa diri ini satu-satunya harapan dan pundak yang layak untukku bersandar. Pemikiran dalam diri yang berkata bahwa “aku butuh “orang dekat” yang baru untuk ini semua” harus sirnah dan tidak balik balik lagi.

Sifat bergantung yang dulunya banyak sekali, sekarang sudah berpresentase sedikit. Rasanya, ini harus dimusnahkan sepenuhnya. Layaknya, manusia individualis. Indah kadang rasaku, jika dibesarkan dibagian barat, dengan prinsip hidup “jalani sendiri, kau tak ada bahu lain untuk berharap”, mungkin akan mendewasakan diriku lebih lagi dan lagi.

Lucu rasanya jika tahun 2018 ini aku masih bicara tentang cinta. Lucu rasanya jika tahun yang baru ini aku masih berpikir tentang rasa. Sementara seseorang diluar sana, hanya focus akan tujuan akhir hidupnya. Meletakkan rasa pada pojok paling sudut, kalau perlu ditutupi dengan selimut agar tidak terlihat orang banyak. Kau saja yang nikmati. Kau saja yang tersiksa. Lalu pantaskah aku melakukan hal yang sama? Mengabaikan setiap deruan angin berbuah bisikan sebuah nama. Mengabaikan segelintir rasa yang menggebu tiada tara. Ingin rasanya kuhancurkan saja.

Jangan mengulang kisahku, kuingatkan itu. Biar aku saja. Jangan mau dibelai rasa yang membawamu hanya ke alam penuh asa. Jangan biarkan deruan rasa membawamu kedalam mimpi syahdu yang ada hanya di khayalan saja. Buka mata. Ini hanya ujian tentang apa yang kita sebut cinta.


Ah, aku masih kanak- kanak. Jangan bicara cinta padaku

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...