Skip to main content

Pengalaman Pertama Demo Teaching: It was Fun!

Saya selalu percaya bahwa hidup kita Cuma sekali. Isilah dengan hal positive sebanyak yang kamu bisa. Apalagi jika orangtuamu memberikan kebebasan dengan istilah “bebas bertanggungjawab” (jika kamu pernah dengar istilah ini berarti main kamu udah cukup jauh); maka manfaatkanlah itu, lebarkanlah sudut pandangmu, dan bertemanlah, lalu mendengarlah, sebanyak yang kamu bisa lakukan.

Hal positive yang dapat saya lakukan hari ini adalah demo teaching. Yey! Saya tamat dengan background titel kesehatan. Bahkan saya belum pernah mengajar kelas sebelumnya. Pernahnya ngajar namun hanya face to face; eyes to eyes (kelas private). Dalam hal mengajar tentu berbeda rasanya jika mengajar dengan kelas yang ramai, dibandingkan dengan mengajar hanya 1 atau 2 murid, yang biasanya akan lebih dekat dan pendekatan lebih intens.

Gambar terkait
sumber: google

Dengan ilmu yang lupa-lupa ingat. Tapi tentunya saya belajar dong sebelum demo teaching. Saya ga akan biarkan diri saya kelak memberikan informasi yang salah dengan murid yang akan saya temui. Saya berusaha mengerti semuanya sebisa saya, lalu saya pastikan tidak ada yang missing.

Kali ini saya diberikan tugas untuk mengajarkan “reading comprehension”. Awalnya saya takut, karena jujur, reading saya lemah. Karena anggapan saya reading itu udah semacam reading text-nya versi TOEFL dan IELTS yang saya temui. Dan, ternyata saya salah. Nyatanya, yang saya hadapi ya reading khusus untuk anak primary, which is “well, I can handle this”. Sebelum panic saya reda, saya konsul dulu dengan kakak saya tentunya. Yang sudah jadi guru bertahun-tahun. Dan lebih mengerti. Dia mengarahkan saya untuk searching tentang topic reading yang tidak susah, dan juga tidak terlalu mudah. Cari teks yang kosa katanya tidak terlalu rumit, namun menambah kosa kata mereka.

Saya pun mencari. Terima kasih mbah google, segala pekerjaan lebih gampang. Materi saya pun dapat. Tentunya saya hanya tinggal mempelajari, dan menyusun lesson plan yang ditugaskan untuk saya kerjakan sebelum kelas dimulai. Awalnya takut, masih takut. Padahal masih belajar sendiri dirumah. Yang diajarin juga anak-anak. Seharusnya bisa lebih take it easy, cuman saya ragu. Takut muridnya lebih pinter dari saya. Kan malu. He He He

Hasil gambar untuk children happy in school
sumber: google

Sudah pukul 16.00. Saya mengajar dibagian English course pada sore hari. Saya ditempatkan untuk mengajar anak kelas sekolah dasar tingkat 5 dan 6. Awalnya kami canggung- canggungan. Sampai akhirnya saya diperkenalkan oleh teacher sebelumnya bahwa saya yang akan membawa pelajaran disore hari ini. Dan saya pun memulai. Untuk memecahkan kekakuan, saya menanyakan kabar. Mengandalkan senyuman yang tidak henti-henti, berusaha menutupi nervous yang saya miliki. Lama-lama saya mulai mempersantai suasana. Nervous yang saya miliki perlahan hilang. Ditambah lagi dengan murid-murid yang “well- arranged”. Baik banget. Mudah mengerti. Dan tidak terlalu naughty. Untuk this- first- impression- meeting, I love them!

Diakhir pertemuan perpisahan, saya sedikit mengajak mereka untuk bercada gurau. Syukurnya mereka juga welcome semua. Anaknya lucu lucu. Yang lebih penting lagi, mereka menyukai saya! OMG.

Semoga mereka tidak bohong. Manatau kan, supaya saya senang aja.

Akhirnya saya mendapat sejumlah koreksi dari supervisor yang tadi memantau saya selama demo teaching. Saya sendiri mengakui bahwa segala koreksian yang diberikan memang betul. Saya masih banyak melakukan beberapa repetition. Waktu ditanya puas atau tidak dengan penampilan pertama saya ini, ya tentu jawaban saya tidak. Karena saya tahu bahwa saya mampu lebih baik dari ini.


Sekian kisah pengalaman pertama saya di demo teaching ini. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Selamat membaca! Jangan lupa follow blog saya juga ya. Stay positive, good people.

Comments