Skip to main content

Suratku, Untuk-mu yang Memilih "Tinggal" Setelah Disakiti

Mungkin aku bukan satu-satunya perempuan yang merasakan rasa sakitnya ditinggalkan seseorang yang sudah mengisi hari-harimu hingga bertahun-tahun.
Mungkin aku  juga bukan satu-satunya perempuan yang berkali-kali berkata bahwa "cukup" untuk mengulang memori silih berganti menghantui isi kepalaku.
Mungkin juga aku  bukan satu-satunya yang dahulunya memberikan cinta lebih dari mencintaidiriku sendiri, mungkin saja.

Berbulan-bulan aku menjalani hari yang rasanya sudah tidak biasa
Melewati hari-hari yang sepi dan menganggap bahwa sumber bahagiaku adalah dia, yang meninggalkanku mungkin dengan rasa tanpa bersalah

Hasil gambar untuk just, leave

Berbulan bulan, hingga aku mampu membuka mata hati, membuka mata batin
Berbulan-bulan, hingga  aku yakin bahwa yang kubuthkan hanyalah diriku sendiri
Yang dapat  menyembuhkan luka ini adalah diriku sendiri

Untukmu yang memilih tinggal setelah beberapa kali tinggal-ambil-tinggal-ambil, dan kau mau saja, tidak ada herannya jika kelak kau akan jadi sampah belaka
Untukmu yang ditinggal tanpa perjuangan, lalu kau ingin tetap tinggal; tak heran jika kelak kau akan dipungut kembali untuk ditinggalkan

Tak tahukan kau, harga dirimu lebih jauh dari itu
Tak tahukah kau, yang membuangmu tanpa usaha perjuangan bukanlah seseorang yang harus termaafkan
Tak tahukah kau, hati yang luka akan sembuh, namun bekas akan selalu ada

Sampai kapanpun, kau tak akan penah mencintai seseorang dengan cara yang sama untuk waktu yang berbeda
Bekas lukamu akan selalu ada, mengingatkanmu akan semua perih sebuah luka
Lalu apa gunanya memilih tinggal untuk seorang yang sudah memberikan bekas noda?
Lalu otakmu akan berkata pada hati "Sudah ku bilang, kau tak pernah belajar, bukan?"
Alasan apalagi yang membuatmu memilih tinggal setelah ditinggalkan.
Pergilah jauh, buang segala DeJaVu yang menghantuimu

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...