Skip to main content

Cita-Rasa, dalam Diam

Cinta sejati selalu mempunyai defenisinya masing-masing. Aku, kamu, bahkan siapapun diluar sana yang berbicara tentang cinta akan mendefenisikan cinta sejati dengan “versi” yang mereka rasa memang “layak” dijadikan sebuah defenisi. Mengarungi waktu yang tidak sebentar denganmu membuatku memupuk terlalu banyak rasa dan cita. Sebuah mimpi yang sebenarnya aku tak tahu akan menjadi nyata atau malah hanya sebuah hampa. Walau kadang cintaku ini hanya ada di dalam diam semata.

Terkadang, aku memilih untuk memungkiri bahwa aku akan menunggu. Meneriaki hatiku dengan lantam agar dia tahu bahwa dia tak layak untuk itu. Sebuah rasa yang masih kabur hingga saat  ini belum menemukan titik kejelasan. Walau ada yang bilang firasat akan selalu berkata benar karena alam bawah sadar kita yang mungkin hingga sekarang saling berghubungan.


Tak kupungkiri aku selalu mengagumimu dalam diammu, juga diamku. Membiarkanmu dengan tingkah unikmu yang akan selalu menjadi pusat perhatian lirikan dari mataku. Hingga suatu hari aku sempat menyadari diriku telah menyerap beberapa kebiasaan mu yang telah tersimpan rapi di memori kepalaku yang bahkan aku sendiri juga tidak tahu bagaimana cara untuk membuangnya jauh.

Aku belajar bahwa cinta memang harus diperjuangkan. Memberikan beberapa tanda dan sinyal yang memang seharusnya aku berikan. Bukan-kah kami sebagai wanita bekerja seperti itu? Dengan sinyal yang kabur-kabur-jelas menandakan bahwa kami menginginkan kalian sang lelaki untuk datang. Tapi apalah daya ketika kamu mengetahui namun tak berbuat apa-apa. Suatu kali aku memutuskan untuk meninggalkanmu jauh, membuang segala rasa dan cita yang telah kupupuk dalam diam. Hingga sekarang aku hampir saja menuai apa yang telah aku tanam dengan kasih dalam diam.

Sama seperti jari tertusuk jarum jahit yang mungkin rasanya memang sakit, walau bebrapa hanya mengatakan seperti di-gigit oleh semut kecil. Seperti hal-nya hatiku yang tertusuk jarum jahit, tidak sakit, hanya berdarah. Melukai rasa yang aku simpan sudah sejak lama. Menimbun segala sinyal yang telah kusampaikan lewat asa dan doa. Sebuah harapan yang sudah kupupuk sejak lama, namun apalah daya ketika kamu memilih untuk tidak bergerak dan melihatku melakukan apa yang ingin aku lakukan.


Bukankah hatimu terketuk untuk masuk kehatiku? Meributkan diam yang selama ini aku padamkan. Menarik dan mengikat erat segala sinyal yang telah kukirimkan lewat asa dan doa. Mulai memupuk timbunanku dengan timbunanmu agar semakin hangat dan tebal. Menciptakan sebuah tumpukan mesra berbalas rindu yang terpendam. Tapi tidak, karena kamu memilih diam dan melihat. Aku tak pernah perduli, karena aku memutuskan untuk pergi. Membuang segala sinyal dan tumpukan rasa dan cita yang sepertinya hanya akan menjadi sebuah hampa, tanpa rasa, tanpa daya. Kiranya kelak kita berjumpa, kau dan aku sudah tak saling berharap jua.

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...