Skip to main content

Akui Saja, Dia Hanya Sejauh Doa


Entah dari mana inspirasi sang pencipta lagu 'Dia hanya sejauh Doa'. Pastinya banyak dari kita yang menanyakan hal yang sama. Seperti halnya kita akan peka setelah mengalami juga pada masa sebelumnya.

Dalam cerita inside out, diceritakan bahwa masing-masing dari kita memiliki pengatur kebahagian yang dinamakan Joy, kesedihan yang dinamakan sadness, kemarahan yang namanya anger, jijik yang namanya disgust, dan ada satu tokoh lainnya, yaitu kekonyolan. Sedikit bertolak belakang dengan perkataan "you create your own happiness" karena dalam movie tersebut, kita malah diatur, bukan mengatur.

Akui saja, saat kesedihan atau sadness muncul, maka anger atau kemarahan akan terpanggi. Dan bisa saja menyinggung disgust yang membuatmu merasa semakin mual dan emosi. Ketika kamu tak sanggup lagi untuk membendung, maka satu yang perlu kamu lakukan : bercerita.

Masing-masing dari kita, akan memiliki satu orang yang selalu menjadi bahu sandaran. Namun percaya saja, orang juga punya kelemahan, orang juga suka menguji. Maka pilihan terakhirmu adalah : Tuhan.



Entah mujizat dari segi mana, akui saja. Doa mengubah segalanya. Entah dari kuasa mana, akui saja doa menenangkan kesedihan dan amarah. Akui saja, Tuhan itu ternyata hanya sebatas doa. Walau dia memang abstrak, dan banyak yang masih tak mempercayainya, akui saja bahwa ini soal keputusan dan pilihan. Tak perduli seberapa banyak yang percaya atau tidak. Yang penting, kamu merasakannya.

Jika kita berfikir sejenak, yang kita lakukan hanyalah memejamkan mata lalu bercerita. Namun hati mampu merasa damai dan tenang. Percaya saja, rasakan saja. Sebenarnya, saat melakukan hal itu sesungguhnya kamu mendapatkan bahu abstrak dan pelukan abstrak yang merangkulmu lebih dari apapun. Akui saja, itu namanya kuasa.

Link ini cukup menginspirasi saya. Saya tidak memaksa anda untuk membukanya, jika anda suka, silahkan dibuka. Selamat menikmati :) https://youtu.be/L9xc4220vE8

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Dear You, My/Our Inner Child ; We Are Sorry

Tulisan ini aku persembahkan untuk anak kecil yang ada didalam diriku/ kamu sekalian Hai adik kecil, apa kabarnya? Banyak yang ga paham, bahwa kamu kesepian jauh didalam sana. Tenang, ada aku disini, kita ngobrol dulu yuk? Memang, hidup cukup berat akhir-akhir ini Capek ya nyudut terus-terusan, engga ada yang bujuk buat datang sini, ke pangkuan. Aku ijinkan kali ini, mendekatlah, aku disini, menyediakan dekapan se-erat yang kamu butuhkan Lelah ya? Nangis terus ga ada yang kasih tisu. Engga apa-apa, sini mendekat, rebahankanlah kepala dipundak Terisaklah sampai kamu puas. Terisaklah sampai rasanya batinmu lega Terisaklah, buang semua, luapkan saja, sepuasnya. Ada aku disini, Ada aku disini. Kalau adik kecil sudah lega, baru kita mulai ngobrol ya Bebas, sepuasnya. Kita ngobrol apapun yang kamu mau Curhat sama aku, ceritain semuanya.  Ceritain seberapa menyebalkannya aku saat memakai topeng diluar sana.  Ceritain seberapa lupanya aku ada sosok kecil yang harus aku sayang, aku den...