Skip to main content

Dear You, My/Our Inner Child ; We Are Sorry

Tulisan ini aku persembahkan untuk anak kecil yang ada didalam diriku/ kamu sekalian

Hai adik kecil, apa kabarnya?
Banyak yang ga paham, bahwa kamu kesepian jauh didalam sana.
Tenang, ada aku disini, kita ngobrol dulu yuk?

Memang, hidup cukup berat akhir-akhir ini
Capek ya nyudut terus-terusan, engga ada yang bujuk buat datang sini, ke pangkuan.
Aku ijinkan kali ini, mendekatlah, aku disini, menyediakan dekapan se-erat yang kamu butuhkan

Lelah ya? Nangis terus ga ada yang kasih tisu.
Engga apa-apa, sini mendekat, rebahankanlah kepala dipundak
Terisaklah sampai kamu puas.
Terisaklah sampai rasanya batinmu lega
Terisaklah, buang semua, luapkan saja, sepuasnya.
Ada aku disini, Ada aku disini.






Kalau adik kecil sudah lega, baru kita mulai ngobrol ya
Bebas, sepuasnya. Kita ngobrol apapun yang kamu mau
Curhat sama aku, ceritain semuanya. 
Ceritain seberapa menyebalkannya aku saat memakai topeng diluar sana. 
Ceritain seberapa lupanya aku ada sosok kecil yang harus aku sayang, aku denger, aku ajak ngobrol.

Maafkan topeng-topeng yang hampir melekat erat
Sudah terpakai cukup lama, sehingga semakin mendominasi
Sudah saatnya kita berdamai, ya.
Jangan bergaduh lagi.
Maafkan aku sudah begitu tidak perduli
Ini aku. Datang kembali. Kita mulai lagi dari awal.



Hai adik kecil, sudah lega?
Kalau belum, engga apa-apa, rebahkan saja sepuasnya pada pundak ini
Engga kok. Nangis itu engga lemah. Cengeng itu engga lemah. Engga sama sekali. It's okay
It means you know you are in pain. Let's heal you together okay? :')

Dear sosok kecil, adik kecil, my inner child, my love.
Thank you for being so pure over there.
Thank you for coming here to hug.
Thank you for being so so so strong.
I love you with all my heart.
Forever.

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...