Skip to main content

Entah Benar, Entah Tidak : IndahMaret

Permasalahan pada zaman sekarang ini ialah terlalu banyak dari kita yang ingin berbicara tanpa mendengarkan orang lain, namun kita lupa bahwa dengan mendengarlah kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya hal-hal yang mungkin kita sendiri belum mengetahui-nya.


Indahmaret, sebuah tempat pembelian bagi customer yang tentunya membutuhkan. Kebetulan, Indahmaret menyediakan banyak keperluan yang dibutuhkan oleh customer. Sejak Indahmaret berdiri hingga sekarang ini, banyak yang merasa tertolong karena mereka cukup bahkan mendekati sangat memenuhi kebutuhan dan keperluan masyarakat setempat karena lokasi yang mereka miliki cukup berada dimana-mana, seperti bintang.

Pepatah ada guna-nya, Dan baik-nya untuk diingat. Bahwa semakin tinggi sebuah pohon, konon kata-nya akan semakin kuat juga angin yang mencoba untuk menerpa. Dan itu pasti terjadi pada usaha-usaha zaman ini. Hingga akhirnya permasalahan mulai terjadi, namun sang pemiliki entah mengetahui atau tidak.

Lama saya amati perkembangan zaman ini, khususnya bagi mereka pembuka usaha penyedia kebutuhan masyarakat (bukan grosir) semakin tidak teliti dan terkadang sesuka hati. Memang tak saya pungkiri bahwa semakin banyak pula masyarakat yang tidak teliti saat melakukan pembayaran atau transaksi dengan pihak yang bersangkutan. Namun tidak dengan saya. Berhubung saya merasa nyaman saat berada di Indahmaret, saya sering mengunjungi dan membeli kebutuhan yang saya inginkan, namun kelamaan saya merasa tidak nyaman ketika saya mendapati sang kasir yang melayani tak memperhatikan struk belanjan dengan baik. Tiga kali kejadian, ketika saya hendak membayar dan masalah yang terjadi adalah sama : dimana segala harga yang saya belanjakan tidak sampai 500 rupiah semisal 300,450, atau bahkan 250, menjadi 500 rupiah. Coba saja bayangkan, jika dalam satu hari pelanggan tidak jeli dan semua kejadian diberlakukan, sudah berapa keuntungan yang mereka terima dan kerugian yang didapatkan oleh customer.

Entah benar , entah tidak. Semua yang terjadi seperti sebuah rekayasa yang sebenarnya sudah disusun rapi entah oleh sipemilik, atau si kasir, atau di manajer, entah siapapun mereka. Tidak ada yang lebih menyebalkan ketika ini terjadi untuk ke-empat kalinya dengan kejadian yang sama, belajann saya yang sekian puluh ribu 150 rupiah, menjadi sekian puluh ribu 500 rupiah. Saya yang sudah terlanjur keluar pintu lalu masuk kembali dengan nada yang cukup tinggi dan menegur kasir akan perbuatan yang dia lakukan. Ketika itu, dengan sadar saya menyaksikan sang kasir yang terkejut dengan reaksi saya dan mengecek semua-nya dan mengaku salah. Ketika saya meminta penjelasan mengapa kejadian yang sama terus terjadi pada saya dan dia menjelaskan kesalahan pada komputer. Dia mengatakan bahwa dikomputer tertulis 500, dan di struk pembelanjaan tertulis 150. Saya hanya baru tahu, entah benar entah tidak, bahwa struk belanjaan dan komputer bisa tidak sejalan, mungkin mereka lelah, atau bisa saja bukan jodoh.

Memang saya belum menjadi pebisnis yang memiliki banyak uang dari hasil keuntungan, tapi bukan-kah sebaiknya anda jujur sebagai salah satu sarana yang digunakan masyarakat dan sarana yang membantu masyarakat? Bukan-kah ketelitian dan kejujuran itu penting sekali? Saya rasa sudah cukup ketika kita mendapatkan pelajaran moral dan akhlak, karena saya yakin sang pemilik juga memiliki didikan yang cukup terdidik. Alangkah baik-nya jika sang pemilik meluangkan waktu untuk mencodongkan telinga untuk mendengar keluh kesah costumer, dan memberikan waktu pada mata anda untuk membaca segala tulisan yang sebenarnya akan membantu bisnis anda lebih baik. Karena kita tidak akan menjadi lebih baik jika tak belajar dari kesalahan, bukan?

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...