Skip to main content

Jangan Lupa Ajarkan Anak Anda Beberapa Hal Ini


Zaman ke zaman telah berubah. Tak sedikit para orangtua mulai tak mengikuti perkembangan sang anak dan membiarkan anak mereka besar ditangan pengasuhnya. Memang hidup adalah kebebasan dan hak setiap orang, namun saya disini menulis ini tak berniat menyinggung siapapun dan hanya melakukan ini sebagai pengamatan saja.

Perkembangan anak-anak anda adalah hal yang sangat luar biasa yang pernah ada, namun hanya bebeapa orangtua saja yang menyadarinya, karena ketika anda melewatkan tumbuh kembang mereka, mungkin saja dan saya rasa juga “pasti” akan memberikan dampak ada kehidupan mereka dimasa besarnya kelak. Hal-hal sederhana adalah hal  yang paling sering diperhatikan oleh mereka yang peka tentunya, karena setiap hal itu tak harus dinilai dari sebuah kelakuan/tindakan yang besar.




Meminta Tolong
Mungkin ini memang hal sederhana, namun percayalah ini sangat berguna. Jangan lupa mengajarkan anak anda untu selalu berkata “tolong” jika ingin meminta bantuan, karena tak sedikit orang yang saya temui disekitar saya akan mengucapkan hal tersebut, bahkan beberapa dari mereka mengeluarkan kata “perintah” dengan se-enaknya tanpa merasa bersalah dan lalu lalang saja seperti semuanya baik-baik saja. Hal ini tanpa sengaja menimbulkan sebuah kekesalan terhadap sesame dan dapat berakibat lebih buruk jika dibiarkan.

Terima Kasih
Hal ini juga satu dari banyak hal yang anda harus lakukan dan didik anak anda. Jangan pernah missing dalam hal ini, upayakan untuk selalu mengajarinya mengucapkan terima kasih ketika orang lain sudah memberikannya bantuan dalam hal apapun itu, tentunya disini adalah konteks hal-hal yang positive. Tidak sedikit orang yang saya temui yang suka bahkan sering lupa mengucapkan kata terima kasih, namun bagi seseorang seperti saya adalah tipe yang mengganggap bahwa kata terima kasih itu terkadang memang lebih dari cukup, kita merasa dihargai segala bantuan dan usaha yang telah kita berikan.

No Littering
Well, ini adalah kesalahan yang sering dilakukan di public,yang paling disayangkan adalah mereka yang usianya sudah rentang dewasa awal hingga dewasa akhir namun masih saja melakukan hal ini, dan yang paling menyedihkannya ialah mereka melakukan didepan anak kecil, dimana sifat anak-anak ialah “meniru”. Ajarlah anak anda dan katakana “nak, kita harus buang sampah pada tempatnya ya, tidak boleh buang sembarangan karena akan merusak lingkungan” dan barengi hal tersebut dengan tindakan nyata yang anda lakukan. Saya rasa memang tidak salah ketika orang mengatakan bahwa anak adalah cerminan dari orangtua mereka, bukan?

 Mematuhi Peraturan
Yang memilukan hati, ketika sudah berkali – kali saya menyaksikan dan saya sangat merasa sedih, ketika banyak orangtua yang sedang bersama dikendaraan baik dengan anak mereka yang masih kecil, bahkan ada juga yang anaknya sudah dewasa, namun masih saja melakukan teerobosan lampu merah, terobosan “dibelakng garis” padahal yang mereka bawa adalah anak-anak yang nantinya akan melakukan hal yang sama. Percayakah kalian bahwa suatu saat nanti dia akan mengatakan “Ah sudah tidak apa-apa melakukan hal ini, toh Ayah/Ibu ku juga melakukannya?” ini memalukan.

Banyak hal-hal yang memang harus kita didik dari hal-hal sesederhana ini. Mungkin bukan hanya 4 hal diatas dan banyak lainnya, namun itulah beberapa contoh yang menurut saya penting dan berguna. Yakinlah, segala ajaran baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Karena apa yang  kamu tanam, takan kamu tuai pada akhirnya, baik akan menuai baik, begitupun sebaliknya. Tak ada yang salah dari sebuah tindakan kebaikan. Mari memulai sejak dini, ubah segala pola piker dan kebiasaan buruk yang sudah bertanah air.





Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...