Skip to main content

Posts

sedikit kesimpulan tentang movie ME BEFORE YOU

Sebenarnya saya lebih suka membaca buku dari pada menonton televisi, dan movie ini berhasil membuat saya menitikkan air mata terharu akan sebuah inti dari sebuah kisah. Tak terbayangkan jika saya membaca buku dan membasahi setiap helai lembar  halaman buku tersebut. Dalam movie ini, seorang Will yang dahulunya tenar dan bekerja dengan sangat baik mendapat sebuah kecelakaan yang membuatnya kehilangan fungsi saraf tubuhnya. Dia tak dapat berjalan, tak dapat berdiri, bahkan tak dapat bergerak dari sisi pertengahan badan kebawah. Setelah diusahakan dalam tindakan medis, yang berhasil hanya pergerakan dibagian tangan jarinya, yang juga hanya sebatas itu, dan tak mampu juga menggerakkan tangannya. Suatu saat Ibunya berusaha mencarikannya seseorang yang dapat merawatnya disetiap hati-harinya. Datanglah seorang gadis bernama Louisa Clark yang dahulu hanya berniat sebatas mencari uang saja. Dengan pakaian konyol tak bermode dia bekerja disebuah rumah besar, karena keluarga Will...

IS THAT only about BITTER L I F E?

You don't know where you are belong to in the middle of the process of your life. When life gets you down and you know nothing to do. When life gets you up; you forget everything behind. Do you always have someone to blame to when life gets you nothing? When what  you know just to blame without any innocent feelings. It is difficult to realize that we are doing to much wrong things. Hard to realize that sometime the one who we should blame is only our self. It is hard to say enough when you only think about your satisfaction. This is the life. The bitter and the sweet one. You are not alone to face whatever happen of what you are going through this moment. When life gets you bitter, lift your-self up. When life gets you the sweet one, keep it on track. Eventually, This life is all about perception. You set positive, then it will be. You sad the bad one, and that will be. Open your mind and set your point of view. The positive you set, the positive you will be.

BUANG A N G I N

Jadi akhir-akhir ini, tepatnya mulai semalam kita, saya dan teman teman mulai bermain aneh. Jadi ceritanya saya punya teman lelaki. Waktu itu kita lagi bicara-bicara seriusan dan dia dengan spontannya pruppp: dan dia buang angin, suasana tioba-tiba diam, dan dia sendiri tertawa terbahak-bahak, konyol sekali. Nah lanjut ke hari ini, sang pencentus buang angin tiba-tiba itu memulai hari dengan bahasan yang sama. Sebelumnya kita juga sudah membuat bahasan bahwa siapa yang bvuang angin akan dan harus bersiul, jika tidak maka yang berkorban, si tersangka akan kena pukul, atau mungkin gelitikan, sesuai dengan hukuman y ang telah disepakati. Hari ini ada seorang rekan yang buang angin dan berkali-kali. Entah itu karen amasuk angin, atau karena memakan makanan yang memancing angin untuk dikeluarkan. Maksudnya gas didalam tubuh yang harus dikeluarkan. Setelah melakukan pengeluaran gas yang ditahan-tahan sejak lama, maka dia tidak sanggup lagi untuk bersiul yang akhirnya digebukin...

Merindu.

Aku selalu merindumu yang entah siapa aku tak tahu senandung beberapa melodi cinta yang dipersembahkan untuk siapa Suatu  keyakinan bahwa kita juga pasti akan bersama entah kapan waktunya Jangan lupa nanti datang melamarku dengan segennggam bunga-bunga berwarna warni Atau tidak usah saja karena kita tak begitu romantis? Atau disebuah taman biasa saja dengan mempersembahkan sebuah sepeda beduduk dua? Bagaiman jika begitu? Kau tak akan pernah menduga betapa teliti waktu akan memilih Penyisihan satu demi satu hingga kita memang digariskan menjadi satu Berjalan bersama di Altar bergaunkan putih berjaskan hitam kemeja putih Sudah terpikirkan? Aku terlihat bodoh ketika merindumu Kuharap kelak kau akan baca ini sambil tertawa tersenyum Membuka setiap galeri tulisanku lalu berkata "Sudah selama ini kau menungggu dan aku baru saja datang?" Jangan lupa peluk erat dan ciuman hangat dikeningku Jangan lupa juga kesenangan kita bersama untuk sel...

Sewaktu.

Tuhan selalu saja punya cara untuk menegur dan mengingatkan kita akan sesuatu hal, walau kadang kita saja yang kurang peka akan apa yang sudah Tuhan berikan. Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman berbincang-bincang dengan beberapa pegawai dirumah sakit. Pada seorang pegawai kami bercerita tentang seorang perawat. Resiko yang sangat tinggi terkena penyakit maupun tertular. Entah apa cerita waktu itu aku hanya teringat pada kata yang dilontarkan dengan sadar katanya "Tuhan itu baik, yang penting kita tulus. Usaha yang benar." Seorang perawat lainnya yang sudah pegawai juga menceritakan perjalanan hidupnya yang selama kurang lebih 8 tahun tidak bekerja karena mengikuti suami bekerja keluar kota dan istri tidak boleh bekerja. Beliau juga berkata akan perjalanan cerita cinta yang biasanya sudah dikuatirkan oleh anak-anak gadis umur 20an. Ya, jodoh. Sampai pada akhir cerita beliau berkata "Aku sih dari dulu anak baik, nurut. Apa kata orangtua aku ikutin....

Sejujurnya, Saya Merasa Tidak Sanggup Lagi #ProfesiNers

Hampir genap bulan pertama saya dan teman-teman mengikuti yang namanya kelas lanjutan Profesi Ners di rumah sakit untuk term yang ke-2 / semester 2. Sebagian dari kami ada yang ikhlas menjalani semuanya, sebagian lahi hanya bisa mengutuki sambil terus menyesali, atau bisa dibilang semakin pedih ibarat luka ditaruh garam. Semester 2 ini kami masuk kebagian manajemen. Dalam artian kami sebagai mahasiswa berperan untuk mengoreksi apa yang  kami temukan kurang cocok jika dibandingkan dengan SOP dan teori yang ada. Saat pemaparan beberapa ada yang terima dengan diam namun  hati mengutuki, sebagiannya lagi tidak terima sama sekali secara total. Kami termasuk kelompok yang mengakui segala kekurangan dan kesalahan kami. Kami juga mengakui bahwa kami tidak sempat berkonsultasi akan hasil yang kami simpulkan sendiri.Namun ketika hasil tersebut disebarkan ke beberapa pegawai semua menjadi berubah. Dari yang terlihat bersahabat menjadi tidak sama sekali. Dari yang terlihat ra...

K A M U

Dia bilang aku menggila tidak tahiu kenapa jadinya menjadi-jadi senyum-senyum sendiri tak ada alasan berdiam diri seolah dunia milik sendiri Dia pikir aku ini bagaimana aku bahkan heran dalam menikmati senyum dan diamku memiliki rasa tanya yang belum terjawab bahkan oleh waktu yang rntah kapan Dia bilang ketemu saja manatau "manatau" lalu aku meng-iayakan ke "manatau" an - nya Lalu aku harus apa jika masih saja terabaikan oleh  KAMU yang bahkan entah siapa Percayakah KAMU bahwa "kita" ga akan kemana -mana Kalau kata mereka- mereka bahwa semua sudah ada garisnya Entah garis dibagian tubuh sebelah mana Katanya ya: ada kok itu KAMU sudah senang sendiri? atau masih mau sendiri lebih lama lagi? Berdiam menikmati kesibukan diri sendiri seolah dunia KAMU hanya itu dan tak lepas Lalu bagaimana?