Skip to main content

Posts

Untuk Ibu, dari-ku yang juga (bermimpi) menjadi Ibu

Sudah 22 tahun hidup didunia dan untuk kesekian kalinya Ibu saya akan merayakan harinya yang kedua disetiap akhir tahun. Hari Ibu. Semenjak mulai dinas dirumah sakit, saya semakin (sebenarnya sudah) namun jadi semakin karena melihat bayaknya orang sakit yang datang silih berganti setiap hari. Kali ini, mari kita bahas mereka, wanita, seorang Ibu. Tak jarang saya menyaksikan orang lain kehilangan Ibunya, dan syukurnya saya masih punya kamu, Ibu. Ketika seseorang kehilangan Ibunya, anak lain diluar sana bahkan menelantarkan Ibi dengan cara: tidak membantu kerja khususnya kerjaan rumah, suka melawan, membantah, membentak, tidak memperdulikan. Saya heran kenapa masih ada beberapa dari kita, dan mungkin saya sendiri (masih) secara tidak sengaja meyakiti hati Ibu. Walau kadang yang Ibu inginkan hanyalah agar kita menjadi anak baik saja dan itu sudah cukup. Saya sudah menjadi tante, dan sejujurnya itu cukup membutuhkan sebuah kesabaran karena saya harus rela bangun lebih awal...

Kata-Kata Orang

Kata orang cinta itu adil Bisa datang kapan saja dan dimana saja Datang sesuai dengan waktunya Datang sesuai dengan cerminannya Kata orang (juga) cinta itu tidak adil Membiarkan yang kita cintai diambil oleh yang lain Membiarkan kita berkeluh kesah akan rasa Menangisi kisah yang tak sampai dipelukan Lalu aku harus apa Ketika kata orang semua bisa beda Kadang adil kadang juga tidak Kata orang selalu saja meragukan, mengambang Aku tanya langsung pada cinta Kata orang mana yang memang benar Cinta bisa apa Dia bilang aku harus menunggu Kata orang mana lagi Bahwa cinta harus menunggu Membiarkan rasa rindu membusuk membelenggu Menyabik-nyabik rasa hati menelusuk jantung Aku bosan dengan itu Dengan kata kata orang itu Yang bahkan adil dan tak adil hanya bayang semata Melambai-lambai membiarkan sesak didada

Profesi Ners on Diary #1

Ga pernah nyangka bahwa semua bakalan seperti ini, tau ga sih, ketika banyak mahasiswa yang salah jurusan dan terpaksa ngejalaninnya walau ga sepenuh hati, namanya juga paket, mau ga mau profesi harus diikutin. Kurang lebih setahun kita akan mengabdi, merawat pasien, dan memberikan penyuluhan. Hari pertama masuk rumah sakit awalnya bingung, karena waktu kukiah di fakultas keperawatan kita tuh jarang yang namanya tindakan "direct to patient". Kita banyakan ke bantalan, ke boneka, dan tangan, badan, maupun kaki yang cuman mainan. Ketika tiba dirumah sakit rasanya jleb, ketika yang dijumpai adalah manusia yang it means kita bakalan hati hati. Kita pegang nyawa. Kalau biasanya kaka perawat bilangnya "kita ini pegang manusia ya dek, orang, bukan boneka. Yang kita pegang juga nyawa, jadi hati hati dalam memberikan tindakan". Sehari dua hari sudah mulai terbiasa. Terorientasi dengan kondisi ruangan yang sedang dijalani, berhubung tiap minggu kita bakalan gan...

Bukan persinggahan ; Ini Ketulusan

Aku pernah berkata pada diri sendiri untuk tetap kuat. Saat dimana kita berpisah dan memutuskan untuk tidak bersama lagi. Merasakan dunia hanya dihuni malam sana. Merasakan dunia hanya dihuni hujan saja. Bermusim satu, musim hujan. Setiap hari aku berpikir susah payah dalam mencerna akan apa yang harus hatiku lakukan. Memikirkan semua kejelekanmu dan menimbulkan rasa benci didadaku. Bergejolak ingin sekali memukulmu tepat diwajah itu.  Hati yang tersimpan didalam sobekan masih tertutup rapi. Mengamankan posisi. Kelak rasa itu timbul kembali, walau dengan harap kita tak usah bertemu dan bersama lagi. Bukankah tidak adil ketika kamu datang kembali? Merogoh dan menyentuh langsung tepat pada hati dalam sobekan. Meninggalkan benih bertumbuhkan bunga. Menyiram banyak, memekarkan diri. Aku lupa untuk berkompromi dengan hati. Bahwa ini tak seharusnya terjadi. Memekarkan benih bunga yang tak kujatuhkan dengan sendiri. Ini tidak adil. Jangan datang lagi jika hanya ingin pe...

Siapa yang tahu (?)

Siapa yang tahu bahwa kamu mau Siapa yang tahu ini semua benar Siapa yang tahu harapan yang ada mampu terbunuh kembali Menjadi sejati juga tak salah Menerapkan prinsip berdasarkan kasih Tetap menetap walau teriris Siapa yang tahu aku tetap mau Siapa yang tahu aku seharusnya berdiam Meninggalkan kisah, membiarkan debu Buang saja semua bual Harapan dalam telah berkerak Berkarat bagai besi keseringan disiram airnya Sudah cukup sudah Siapa yang tahu kita harus apa Karena dunia menikmati misterinya Menciptakan tanda tanya sebanyak yang dia bisa

Aku Harap... Kamu tidak bosan

Aku suka buta Melangkah tanpa melihat Memilih menutup mata Menikmati setiap apa yang kurasa Aku suka lupa Mengabaikan bisikan yang Kamu berikan Demi menyelamatkan arah hati yang kunikmati dan hilang Tersesat tanpa arah Aku harap Kamu tidak bosan Menggenggam aku tanpa lengah Membalikkan arahku ke jalan yang benar Mencondongkan telingaku pada bisikan jalan benarMu Aku harap Kamu tidak bosan Menepuk pundakku untuk berbalik Mengangkat wajahku dan mengusap Merangkul erat tanpa lepas Bukankah aku memang selemah ini tanpaMu Ego tinggi yang membawaku terlalu jauh Angan angan hampa berterbangan Ingin kugapai satu- persatu tanpa daya Aku harap Kamu tidak bosan Membuka mataku dan menatap Mengangkat wajah dan menghusap Menggenggam tanganku dan berjalan bersama Terima kasih karena tidak memiliki alasan apapun Untuk pergi jauh meninggalkanku Untuk mengabaikanku Aku harap Kamu tidak bosan Aku harap... Kamu tidak bosan.

"Sebelum meninggal, kata Mama : Jadi dokter saja ya nang"

Terlalu asik mengeluh akan kehidupan yang dijalani, kita lupa kalau ada yang lebih menyedihkan kondisi hidupnya dari pada yang kita alami, bahkan bisa saja dikondisi sekritis yang ada, sesungguhnya mereka masih mensyukuri arti kehidupan. Hari ini saat saya dinas dirumah sakit, saya bertemu dengan dua anak kecil, lelaki dan perempuan. Si kakak bernama Diana  sang gadis berumur 9 tahun dan si adik bernama boston yang berumur 4 tahun. Lalu saya bertanya mengapa mereka berdiri dan tidak bersama orangtua. "Adik, ibunya dimana?" Lalu dia jawab, "ibu saya sudah meninggal" dan saya pun terdiam. Diana bilang, dia ada 6 bersaudara. 2 sudah meninggal, dan juga ibunya yang katanya meninggal saat dia masih belia dikarenakan "jantung bocor". Sekejap tenang dan diam. Ketika gadis sekecil dia yang tinggal satu satunya perempuan sudah dapat menjaga adiknya yang masih berusia 4 tahun tanpa sifat kasar sedikitpun. Sudah dua hari Diana tidak masuk sekolah karena ...