Skip to main content

Pergilah, Bantu Aku dalam Diam

Mungkin tulisanku sudah banyak yang bosan untuk membacanya. Karena kata yang kubagi tak jauh dari rasa sendu. Aku harap, yang membaca juga tidak merasa terbawa suasana sendu hatiku.
Kali ini aku ingin bercerita. Sedikit pemikiran tentang cinta. Walau sesungguhnya mungkin aku hanyalah anak bawang, ijinkan aku melepas resah. 

Aku sudah lelah berbagi mimpi dalam angan. Aku juga sudah lelah bercerita dalam diam. Berimajinasi engkau sedang duduk disampingku. Memandangku dengan mata berbinar. Berbagi mimpi denganku. Merantai semua angan tentang kita. Dengan bodohnya selalu kulakukan hal itu.

Gambar terkait

Hari ini aku  mulai berfikir kembali. Bahwa menahanmu erat dihatiku bukanlah sebuah cara yang baik. Aku selalu membujuk hatiku untuk terbuka dengan lebar. Dan aku merasa bahwa dia sudah terbuka, namun aku salah. Aku tetap saja menikmati angan yang kuciptakan sendiri. Lalu aku mengingat lagi. Membujuk lagi. Bahwa ini bukannya saat bagi hati untuk menoleransi. Memkasa hati untuk membuka pikir dan lebih meng-kriti-sasi keadaan yang ada.

Jika otak bisa menegur hati lalu berkata "Mengapa bodohmu gak pinter-pinter, goblok?"

Itulah  mengapa Tuhan menciptakan hati jauh dari otak. Sehingga dia sulit ditegur oleh pemikiran yang rasional. Seharusnya bisa dipindahkan ya. Atau, bagaimana jika menumbuhkan otak dalam hati, sehingga semua hal ini tidak terjadi berkali-kali.

Doakan aku dalam diam-mu. Seperti kuberdoa untuk diriku agar mampu melepas semua angan tentangmu. Melepas semua kisah yang kusimpan dilemari rahasia didalam lumbung. Aku sudah terlalu. Dan kini rasanya sudah cukup. Hatiku terlalu ceroboh untuk meng-iyakan apapun yang kulakukan. Entah apapun yang sedang kubicarakan saat ini, aku sendiri bahkan masih tidak mengerti.

Pergilah jauh. Bantu aku dalam diam agar mampu juga untuk menjauh. Sudah cukup kisah lalu. Sudah cukup hati yang tertutup.

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...