Skip to main content

Memaksa Takdir

Hari ini aku berfikir sejenak
tentang sebuah sajak yang aku terka satu persatu
tentang sebuah rasa yang aku kira masih ada
entah iya atau tidak, aku mau tanya siapa?

Perlahan aku diam sejenak
bahwa takdir ditangan kita, siapa saja
menentukan apa saja kita mau
memilih sesuka hati yang dianggap membuat paling bahagia

Dulu aku merasa bahwa senang rasanya jika ada yang tidak bisa hidup tanpaku
lalu aku salah, sampai aku merasakan beratnya melepas dan tak mampu hidup tanpanya
lalu aku belajar ikhlas
bahwa mencinta dan menyayang tak selalu persoalan memiliki, dan kulepas begitu saja

Melepas bukan berarti tak menggenggam selamanya
melepas bukan berarti tidak mendoakan sama sekali
karena hal yang paling indah ialah membawakan seseorang didalam doa
entah berakhir sama atau tidak, itu sudah menjadi kehendakNya

Kadang kita suka lupa
bahwa perpisahan terjadi bukan karena tidak disengaja
tapi sebuah "clue" bahwa pada akhirnya kamu tidak akan pernah sama
Lalu kita suka buat kesalahan, dan mengulang- mengulang, hingga berada diputaran itu-itu saja

Hasil gambar untuk let it go quotes

Apa yang sudah terlepas, maka lepasklah
Apa yang sudah terputus, maka biarkanlah
Sesuatu yang sudah pernah terlepaskan, akan berbeda jika datang  kembali
entah itu semakin baik- atau bahkan semakin buruk

Jalanlah  lurus kedepan
Apa yang sudah kau niatkan lakukan sepenuh hati
bahwa ini soal hati yang dibawa sampai mati
jangan bermain- jika tak kuat dengan api

Ikhlaslah, lalu lepas dengan doa dan harapan
kelak, aku dan kamu bisa hidup bahagia walau tanpa bersama selamanya
Ikhlaslah, jangan memaksakan kehendak dengan pemikiranmu semata
Karena kadang, kau bahkan tak  tahu apa yang terbaik untuk hidupmu



Ikhlaskanlah...

Comments