Skip to main content

Ketidaktahuan, Kebingungan

Saya sering berdiam diri ditengah larutnya malam, berfikir tentang jalan kehidupan yang sepertinya ada yang sudah tahu, sedikit tahu, atau mungkin buta sama sekali. Mungkin saya berada disebuah titik yang dimana diri say amerasa sama sekali tidak tahu apa-apa.

Ada titik dimana saya suka membandingkan diri dengan gadis lainnya, sejenak lalu berusaha keras menghapusnya dari pikiran saya. Mengerti bahwa membandingkan diri tidak akan menghasilkan apapun, namun keburukan. Pengutukan.

Hasil gambar untuk life of confusion quote

Kadang  lagi saya berifkir tetang cinta. Mengapa stigma seorang anak kecil mungkin dari dulu berfikir akan menikah mempunyai anak dan hidup bahagia. Diumur 20an begini diuji lagi dengan kanan kiri yang bawaannya ingin nikah muda saja. Namun jika digali lebih dalam lagi mungkin tak ada rasa yang pasti ingin dinikahi sedini mungkin. Hah, imut rasanya jika wanita seumuranmu bahkan tidak sibuk dengan mimpi, namun anak dan suami. Atau, pengertian mimpi bagi istri sekarang bergeser? Membesarkan anak dengan bijak dan merawat suami dengan baik hati. Saya tak pantas mengurusi, bukan?

Kesibukan pikiran saya akhir-akhir ini hanya kekuatiran tidak bisa menjadi apapun didunia. Rasa takut tidak bisa berjasa bagi hidup siapapun. Sifat pesimis terkuak habis seketika menjelang detik- detik penyandangan pengangguran. Ha, begini rasanya rupanya. Atau mungkin jauh dibawah alam sadar, saya hanya kemakan stigma. Pesimis saya pun langsung melambung terkuak.

Hasil gambar untuk life of confusion quote

Jatah umur 20an jika memang harus dihabiskan untuk kegagalan, lalu kenapa malu? Toh pengangguran bahkan lebih sibuk dari pekerja. Mereka sibuk mencari pekerjaan, begitu katanya. Lalu kenapa malu selagi ada memang usaha? Malulah jika berhenti dan diam saja. Ya, sebenarnya saya ingin menyemangati diri sendiri saat ini. Termasuk segala perkataan ini. Bagaimana, setuju?

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...