Skip to main content

Kesimpulan IM_POSSIBLE ala TIAN

Malam ini, minggu Malam. Tampil seorang yang tampan bernama Tian (Christian Sugiono). Mereka membahas tentang setipe.com, sebuah situs yang sepertinya berhubungan dengan relationship, khususnya mereka yang merasa suspdah umurnya namun belum menemukan orangnya.

Tema Talkshow "Jodoh Akan Berlalu" (kurang lebih gitu deh) ini menghadirkan banyak penonton. Ketahuan banget kali ya banyak yang jomblo sebenarnya, walau kata jomblo sebenarnya ga asik, kita lanjut dengan kata single kali ya.


Mereka bilang, tipe single itu ada 5 loh:
1. Single karena pilihan
2. Single karena transisi
3. Singke karena salah sendiri
4. Single karena kriteria, dan
5. Single karena tidak bisa move on

Nah? Kamu yang mana? Gausah dipikirin pakai otot deh, gausah dijawab juga, ga penting. Tapu yang unik dari jawaban si ganteng Tian adalah, ini masalah "kamu sekarang lagi ada disekitaran siapa". 

Selama 7 tahun di Jerman, Tian dan teman-temannya hidup bahagia. Bahkan dengan status single. Mereka memegang teguh satu kata yaitu HAPPINES. Kalau memang single buat kamu happy, Then What's matter? Ga ada. Kalau emang pada akhirnya kamu nyaman sendiri karena udah kelamaan single dan gamau related, then why? No problem. Kita kadang suka lupa dengan esensi KEBAHAGIAAN alanya kita. Ngedengerin semua kata orang dan kebawa gengsi semata.

Menjadi single bukan sebuah beban. Bukan juga sebuah kemaluan. Kamu tidak lanjang. Lalu apa yang harus ditakutkan? Menjadi single itu sebuah pilihan, entah termasuk kriteria nomor berapa ya tetap saja namanya pilihan.


Karena cinta adalah soal hati. Lalu mengapa bersedia memainkannya dengan tidak pasti? Think. Mari kita ubah pikiran kita semata. Mengurusi dan mengomentari status hubungan orang lain adalah bukan sebuah urusan. Karena DEFENISI KEBAHAGIAAN tiap-tiap insan pastilah beda. Single tapi bahagia, lalu kenapa?

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...