Skip to main content

Diam, Tak Mengumbar

Aku sesekali memantengi sosial media yang dia miliki. Dan bertanya-tanya apakah dia masih sendiri. Dikala ada saat untuk mendekati, mereka bilang bahwa aku harus berhenti karena sudah tak ada ruang lagi. 

Beberapa dari mereka yang berada disekeliling selalu mengumbar kata sayang dan cinta juga bercumbu kemesraan yang tiada duanya. Kadang aku merasa cemburu karena tak bisa melakukan hal yang sama, hanya saja ada yang kata bahwa itu tak perlu untuk dipermasalahkan. 

Aku bertanya, ketika tak ada ruang lagi dan mengapa dia tak pernah berkata. Bukan-kah dia pantas dan layak untuk mengumbar? Menandakan bahwa orang-orang tak perlu lagi menaruh benih pada hal yang diharapkan. Tapi dia menyadarkanku dengan tidak sengaja, bahwa cinta, tak layak untuk diumbar.

Mengumbar memang hak setiap insan yang merasa memiliki kisah cinta yang menarik dan pantas untuk orang lain agar merasa bahagia, walau disisi lainnya, banyak dari mereka yang "iuh" dan bertanya-tanya mengapa. Hidup memanglah soal siapa saya dan kamu bukan siapa-siapa, tapi tulisan ini hanyalah ungkapan biasa.



Dia bilang, cinta itu tak perlu diumbar. Apa yang kamu berdua rasa, belum tentu bahkan bisa saja tidak ada yang mampu mengerti dan merasakan. Mengumbar sebenarnya memiliki hal negative, terutama ketika banyak orang mengetahui titik lemah hubunganmu yang mempermudah orang ketiga untuk menghancurkannya. Mengumbar bukanlah hal terlarang, hanya saja tak semua mau mengerti dan perduli. Ketika bukti dan tindakan akan selalu kalah dengan janji. Ketika perlakuan nyata dibanding dengan hanya sekedar mengumbar dan tak berbuah kisah nyata. Bukan-kah lebih menyakitkan?

Tak pernah kurasa sebangga ini akan ke-diam-an kamu yang berbuah nyata pada tindakan. Seseorang yang aku kagumi tanpa harus banyak berbicara. Kekagumanku padamu yang yak pernah berniat mengumbar hati, juga janji. Tetaplah pada diam-mu, ciptakan kenyamanan perlakuan tanpa umbaran dengan janji semu belaka.

Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Dear You, My/Our Inner Child ; We Are Sorry

Tulisan ini aku persembahkan untuk anak kecil yang ada didalam diriku/ kamu sekalian Hai adik kecil, apa kabarnya? Banyak yang ga paham, bahwa kamu kesepian jauh didalam sana. Tenang, ada aku disini, kita ngobrol dulu yuk? Memang, hidup cukup berat akhir-akhir ini Capek ya nyudut terus-terusan, engga ada yang bujuk buat datang sini, ke pangkuan. Aku ijinkan kali ini, mendekatlah, aku disini, menyediakan dekapan se-erat yang kamu butuhkan Lelah ya? Nangis terus ga ada yang kasih tisu. Engga apa-apa, sini mendekat, rebahankanlah kepala dipundak Terisaklah sampai kamu puas. Terisaklah sampai rasanya batinmu lega Terisaklah, buang semua, luapkan saja, sepuasnya. Ada aku disini, Ada aku disini. Kalau adik kecil sudah lega, baru kita mulai ngobrol ya Bebas, sepuasnya. Kita ngobrol apapun yang kamu mau Curhat sama aku, ceritain semuanya.  Ceritain seberapa menyebalkannya aku saat memakai topeng diluar sana.  Ceritain seberapa lupanya aku ada sosok kecil yang harus aku sayang, aku den...