Skip to main content

Yuk, Mari Selamatkan Masa Depan Mereka


Apa yang saya rasakan, terlalu banyak orang-orang disekitar saya, yang mengabaikan orang-orang lain disekitarnya, mungkin saja karena malas berinteraksi, merasa bisa hidup sendiri, merasa tidak menemukan kesamaan dengan yang lainnya, yang memutuskan dia untuk lebih perduli hanya dengan dirinya sendiri. Hal ini sama dengan apa yang terjadi di sekitar saya, kita, kamu. Lihatlah sejenak, tenangkan pikiran, lalu ambil sebuah  makna tentang hal ini. Saya sangat miris sekali, ketika banyak sekali orang di luar sana yang  mengabaikan 'masa depan' ,   'mimpi dan harapan' , dan 'didikan'. Ketiga hal tersebut adalah hal yang menurut saya sangat perlu sekali untuk diperhatikan, terutama mereka, 'budak-budak' yang masih belum tau mengarahkan perahu mereka nantinya.


Mereka, anak-anak, yang masih  membutuhkan bimbingan, yang masih membutuhkan arahan. Yang pantas untuk disalahkan, ketika anak-anak salah mengambil jalan hidup ialah mereka, orang dewasa. Kita, sebagai orang dewasa, baik itu sebagai kakak, abang, ayah, ibu, paman, tante, segala macam peran mencakup orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan mereka para anak-anak ke dalam hal yang baik. Mereka butuh mimpi, mereka butuh harapan, mereka butuh didikan.

Sedih, ketika saya mulai melihat sisi 'bobrok' yang terjadi ada pribadi anak-anak disekitaran saya, yang mungkin juga sebenarnya berada disekitaran kamu juga. Beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah peristiwa, dimana seorang anak kecil, yang memiliki tinggi kurang lebih 100/135 cm menaiki sebuah kendaraan roda dua, kisaran umur 12 tahun, dengan membonceng 2 anak kecil lainnya. Miris, rasanya terlalu miris menyaksikan hal yang seharusnya tidak terjadi. Ketika hal ini datang pada saya, saya hanya berpikir, apakah anak tersebut tidak dilarang oleh abang/kakak/ayah/ibu-nya? Apakah orang dewasa lainnya tidak juga melarang? Apakah si pemilik kendaraan sendiri juga seharusnya melarang bukan? Kasihan ketika mereka harus rusak sebelum waktunya, karena ketika apa yang terbentuk dari sejak kecil, akan susah diubah di saat besar.

Pada waktu yang tidak berjauhan, di tempat lainnya saya melihat tiga orang anak, berbadan kecil, kisaran umur 11/12 tahun, mengendarai sepeda mereka. Satu sepeda dikendarai oleh dua orang, sepeda lainnya hanya dikendarai oleh seorang saja. Hal yang menyenangkan ketika melihat anak-anak bermain sepeda, bercanda bersama, namun tidak dengan ini. Ketiga anak tersebut masing-masing memegang sebuah puntung rokok dengan keadaan ber-api, sedang menyala, dan mereka menghisapnya tanpa merasakan perasaan bersalah. Terlalu asik menikmati dunia, terlalu asik dengan keadaan yang mengglobalisasi, sampai kita lupa banyak generasi yang telah rusak sebelum waktunya. Anak-anak tersebut bukan hanya akan mengalami sulit belajar, mereka juga akan menjadi kecanduan hingga mereka besar, dan mereka juga telah memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit- penyakit yang diakibatkan oleh rokok tersebut. Efek lainnya ialah psikis, psikologis. Banyak anak-anak dibawah umur yang mencicipi benda haram tersebut sebelum waktunya, akan menjadi anak yang lebih agresif, emosian, suka membangkang, dan tak perduli dengan keadaan. Jika ini tidak diatasi secepatnya, maka akan menimbulkan efek negatif itu sendiri padanya. Itulah sebabnya peran orang dewasa di sekitarnya sungguh sangat diperlukan.

Inilah sebabnya mengapa keperduliaan itu menjadi hal yang seharusnya bisa diutamakan. Tak perduli siapapun mereka, khususnya mereka yang masih kecil dan butuh arahan, sumbangkanlah segala keperdulian kita bagi mereka. Buanglah segala rasa cuek dan acuh, karena memang kitalah sebagai yang lebih dewasa untuk membimbing mereka lebih baik lagi.

Mereka hanya anak kecil yang  masih tidak tau kemana harus melangkah, sebab itu ringankanlah langkah kita untuk memberikan secercah harapan sehingga mereka mampu untuk tidak merusak masa depan mereka sendiri, Mari selamatkan masa depan mereka. Para penerus bangsa.


Comments

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Dear You, My/Our Inner Child ; We Are Sorry

Tulisan ini aku persembahkan untuk anak kecil yang ada didalam diriku/ kamu sekalian Hai adik kecil, apa kabarnya? Banyak yang ga paham, bahwa kamu kesepian jauh didalam sana. Tenang, ada aku disini, kita ngobrol dulu yuk? Memang, hidup cukup berat akhir-akhir ini Capek ya nyudut terus-terusan, engga ada yang bujuk buat datang sini, ke pangkuan. Aku ijinkan kali ini, mendekatlah, aku disini, menyediakan dekapan se-erat yang kamu butuhkan Lelah ya? Nangis terus ga ada yang kasih tisu. Engga apa-apa, sini mendekat, rebahankanlah kepala dipundak Terisaklah sampai kamu puas. Terisaklah sampai rasanya batinmu lega Terisaklah, buang semua, luapkan saja, sepuasnya. Ada aku disini, Ada aku disini. Kalau adik kecil sudah lega, baru kita mulai ngobrol ya Bebas, sepuasnya. Kita ngobrol apapun yang kamu mau Curhat sama aku, ceritain semuanya.  Ceritain seberapa menyebalkannya aku saat memakai topeng diluar sana.  Ceritain seberapa lupanya aku ada sosok kecil yang harus aku sayang, aku den...