Skip to main content

Jangan Banyak Gaya Sebelum Waktunya

Hal yang telah menjadi darah daging atau mungkin sudah menjadi warisan nenek moyang atau semacamnya yang menyerupai. Apa yang saya lihat di sektar saya, di lingkungan orang lain, di pulau Sumatera Utara, yang menurut saya juga akan terjadi di  pulau-pulau lainnya, atau mungkin di seluruh Indonesia, budaya tidak mematuhi.

Sangat banyak hal-hal yang tidak dipatuhi oleh anak zaman sekarang, baik anak kecil, muda, maupun dewasa dan orangtua. Terkadang saya ingin gtahu, ketika seorang manusia melakukan kesalahan, yang dapat disalahkan itu siapa. aakah orang tua yang lupa mengajrkan? apakah si pelaku itu sendiri yang tidak pernah bisa menguasai dirinya?

Jangan banyak gaya yang saya maksudkan ialah sebuah tindakan yang seharusnya tidak kamu lakukan, baik karena memang dengan normanya, baik juga dengan indikasi bahwa  umur kamu belum pas untuk memenuhi kriteria melakukan hal tersebut. Nah, orang-orang terdekatlah yang seharusnya ada untuk mengingatkan kita hal tersebut, terutama dengan melakukan sebuah ketaatan, budaya menaati apa  yang telah disah-kan untuk ditaati.

Tepatnya tadi pagi, ketika banyak orang berkerumunan di lalu lintas, saling  kejar-kejaran dengan yang namanya jam masuk sekolah, supaya menghindari yang  namanya kebiasaan terlambat yang kebanyakan telah mendarah daging di dalam diri beberapa orang. Saat di perjalanan, di tengah jalan, tentunya pennuh dengan kendaraan yang dikendarai oleh mereka, masyarakat, dengan berbagai usia. Usia yang pantas mengendarai, usia yang memang belum pantas untuk mengendarai.

Si Kecil ini berumur kurang lebih 3 tahun,  berbadan kecil tidak sampai 160 cm, berkulit cokelat matang, berambut hitam, berseragam SMP telah menjadi objek bulan-bulanan seorang bapak tua dan istriya. Saya yakin bahwa pembaca dapat memprediksikan apa yang terjadi. Ya, anak tersebut menyerempet/ melanggar sebuah kendaraan yang dikendarai oleh sepasang pasangan. Ibu yang duduk dibagian belakang mengalami nyeri dan pegal pada tangan kanan, si bapak sedang sibuk memberikan repetan dan nasihat campur amarah kepada anak yang membawa sepda motor tersebut.


Diseberang jalan, saya hanya asik memandang sebuah kerumunan yang menyebabkan beberapa kendaraan menjadi terhenti dan macet tak terhindari. Sembari mengamati, seorang Ibu lewat didepan saya sambil melakukan bincangan kecil dengan lawan bicaranya dan berkata "birkan saja dia, biarkan saja, terlalu banyak gaya jadi seperti itu kan, biar kapok" dan saya pun yang mendengar hal tersebut juga ikut terdiam. Lalu saya pergi meninggalkan kerumunan.

Hal inilah yang saya katakan banyak  gaya sebelum waktunya. Seorang anak SMP, dimana sesuai dengan peraturan kepolisian yang telah disahkan ialah, seseorang akan dapat mengendarai kendaraan ketika dia telah memiliki KTP, dan itu daat dilakukan ketika umur sudah meranjak 17 tahun. Namun apa yang terjadi? Anak tersebut masih SMP dan belum memiliki SIM namun sudah mengendarai motor, dengan kecepatan yang lumayan cepat pula. Hal-hal seperti inilah juga termasuk banyak gaya sebelum waktunya.

Saya sangat berharap sekali, kita, terutama orang besar, orang dewasa, yang sudah lebih tahu tentang baik dan buruk, selayaknya dan sepantasnya menjaga mereka yang muda dari sebuah tindakan yang tidak layak. Kita yang sebaiknya mengarahkan mereka untuk tidak melakukan pelanggaran sekalipun hal tersebut belum diperiksa oleh pihak yang bersangkutn . Karena sebuah kesalahan yang kamu lakukan bisa saja kamu sembunyikan dan tidak ketahuan, namun ini tentang hubungan kamu dan Tuhan. yang tak akan pernah tertipu dengan segala kelakuan asli maupun palsumu.

Karena sebuah kedisiplinan diri terbentuk dari kamu kecil, dari didikan orang-orang disekelilingmu, baik dari kamu kecil hingga besar, itulah sebabnya betapa pentingnya ketika hidupmu sebaiknya dikelilingi dengan mereka yang selalu positif. Disiplin diri bukan tentang kamu yang akan dibanggakan orang lain karena klamu mampu, ini tentang membanggakan dirimu sendiri dan membuktikan bahwa kamu tak membiarkan dirimu yang  menghandle kehidupanmu, namun diri kamu sendirilah yang mengaturnya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Beruntungnya Memilikimu, Ini 10 Lagu yang Menggambarkan Perasaanku

Siapa sangka dizaman semaju ini, bahkan anak sekolah dasar saja sudah mengenal cinta ataupun istilah pacaran di dunia mereka. Walau memang sekolah dasar aku juga sudah mulai tertarik dengan yang namanya lawan jenis, tapi semua berbeda dengan tahap yang memang seharusnya. Saat itu, masih sekolah menengah pertama ketika pertama kali aku melirikmu, walau hanya dengan tatapan sekilas tapi aku tak pernah tahu ternyata kamu bukan cinta monyetku. Seiring dengan waktu, aku hanya merasa bahwa kamu milikku. Tak pernah tahu nyata atau tidak,  indah atau tidak, jelas atau buram, hanya saja hati selalu berkata bahwa kita memang selalu satu. Tatapan yang berbeda hari demi hari menunjukkan adanya sinar menuju arah terang yang membuatku selalu merasa berbunga setiap hari, dengan hayalan dan imajinasi nan tinggi yang selalu aku asah setiap hari. Tak tahukah kamu,  10 lagu ini akan selalu mengingatkan hatiku pada dirimu : Nothings  Gonna Change sversinya westlife yang feat de...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...

Panti Jompo; Cerita Awal Kisah Lansia

July, 2017. Dibulan juli ini kami ditempatkan di dinas sosial, tepatnya dikenal dengan istilah “panti jompo”. Awalnya ada kecanjungan bagi saya dan teman- teman lainnya, namun mau- tidak mau kami harus mampu menyesuaikan diri dengan lansia yang berada disana. Dinas sosial yang kami  tangani memiliki kisaran 19 wisma, dimana dalam 1 wisma dapat berisikan 5-10 lansia. Ada memang lansia yang focus dengan wanita saja dalam satu wisma, ada lelaki saja, ada juga yang campur. Biasanya yang campur ini diisi oleh lansia yang memang suami-istri tinggal di panti jompo tersebut. Kisaran umur lansia yang kami temui disana beragam, namun hampir keseluruhan, lansia disana berisikan lansia berumur diatas 60 tahun. Banyak keluhan pribadi dari segi kesehatan para lansia disana, baik yang mata katarak dan tidak bisa memandang dengan jelas, ibarat orang yang sudah minus 5 namun melihat tanpa kacamata, seluruhnya buram. Ada juga yang menderita diabetes, asam urat, ganggguan pendengaran, ...