Skip to main content

Posts

Tidak Ada yang Perlu dilanjutkan dalam Perbedaan

Ada yang blang, justru perbedaan yang akan membuat kita salng melengkapi. Bagiku, tergantung perbedaannya terletak pada sisi yang mana. Sudah berulang kali aku bilang padamu, jangan memulai hal yang sulit untuk diakhiri. Sudah berulang kali aku sampakan padamu, untuk jangan  memulai hal yang tidak memiliki ujung. "Tidak apa, kami akan belajar sama-sama. Mengenal iman-nya dan mengenal manku", bantahmu keras padaku kala itu. Lalu, apa yang engkau tuai sekarang? jawab lantang jika kau tak malu. Sudah berulang kali aku katakan padamu, jangan memulai jika ragu Sudah berulang kali ku katakan padamu, jangan terikat  jauh jika tak siap terbelenggu "Kau tahu apa? tak akan ada yang seperti dia lagi yang memahami aku sedalam ini", lantangmu dengan tatapan tajam penuh dendam. Kini, kau harus apa? jangankan berdama, bertatap muka saja sudah tak ada.

Raga. Rasa. Hancur cerita

sampai kini aku tidak mengerti kenapa Tuhan menciptakan rasa kenapa tidak semua sama saja kenapa harus ada sebuah kecenderungan lebih terhadap salah satunya Sampai sekarang aku berkutak dengan pilu Didesak-desak oleh rindu yang terburu-buru Seperti rasa dahaga, kekeringaan, kerontang Sampai kini aku   menunggu disudut jauh dari pintu Ingin melangkah maju namun ragu Ingin melangkah mundur celahpun tak ada Bukankah seharusnya semua sama saja Bukankah kecenderungan ke salah satunya,  Baik untuk ditiadakan saja? Kini saatnya kita berbicara empat mata Jauh sampai dengan titik terdalam alam bawah sadar Menanamkan perintah Memutuskan tali harapan Menghancurkan rasa Meleburkan rindu Menyudahi cerita

Ketidakjelasan Kesekian #6

Akhirnya aku mulai untuk menulis kembali Menuangkan segala isi pikir yang tak terucap lewat suara namun kata Aku rasa kamu juga bisa peka Untuk tidak mampu menahan dan harus meluapkan namun   tidak tahu dengan apa Sama rasanya seprti kekuatiran dan keyakinan Perbandingan akan aura negative dan positif yang sama kuatnya Mengenai persimpangan yang tidak tahu harus berbelok kemana Ketika keduanya mempunyai kekuatan seimbang Datang dan pergi hal yang biasa Hingga lama lama terkesan biasa saja, seperti basa basi Antara tidak berujung   kemana mana Atau hanya sekedar pencuci mulut belaka Sudah ada pilihan untuk memutar   kemana? Ketika keyakinan tak lagi sekuat kekuatiran Kau pendam dalam dalam Dalam diam Dalam kelam

Untitled Poem #3

Berada di garis yang sama Coba,  tarik lurus saja Sama sejajarnya Badan terlalu kaku Dengan mata yang tak lagi berkaca-kaca Apa karena hati sudah tidak lagi bisa merasa Tergores saja,  rasanya tidak luka Mau pergi jauh ingin menetap Mau menetap didorong untuk pergi jauh Semesta terlalu suka untuk bercanda Tidak mengenal waktu Tidak juga mengenal tempat Siapa yang ingin berhenti jika sudah merasa dekat Meski sudah luka luka Namun tidak berdarah Tidak lagi Karena sudah lebih dari parah  Sungguh semesta suka sekali untuk bercanda Mengutak ngatik kehidupan yang hampir tertata Walau dengan ruang ruang hampa Galak semesta

Tidak selaras, katanya. Yakin Pindah?

sudah tepat setahun bekerja di rumah sakit, dengan jam kerja sebanyak 3 shift. kadang pagi, kadang sore, kadang malam. Semenjak praktik saat berkuliah, kami, para mahasiswa sudah dibiasakan untuk masuk dengan shift, biar tidak terlalu jauh dengan dunia kerja nyata. Tahun 2018 saya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dan mencari pekerjaan disini. Tujuan utama sih, bukan ikut-ikutan orang, tapi saya merasa bahwa Jakarta penuh dengan kemajuan. Ada apa-apa, Jakarta pasti sudah mengalami duluan dibanding kota kota lainnya. Saya juga merasa akses menuju kemana-mana dekat. Mau liburan kemana-mana juga, tidak terlalu  membuang  banyak biaya, karena jarak antar kota masih dapat ditempuh dengan bus dan tidak memakan waktu yang lama. Selama setahun di rumah sakit, saya belajar banyak, tentunya, ranah yang saya kerjakan masih sejalan dengan pendidikan yang saya tempuh selama 5 tahun. Saya belajar  bagaimana seharusnya merawat seseorang, bagaimana pemberian obat yang baik d...

Bekerja dengan shift- Shift Malam

Sejak menjadi perawat,  bekerja dirumah sakit, aku semakin punya alasan dan rasa hormat yang besar bagi mereka yang bekerja dalam shift.  Para pekerja shift,  biasanya tidak mengenal tanggal merah. Tidak sedikit juga yang tidak menikmati apa rasanya weeekend.  Sejak bekerja dirumah sakit,  dinas pagi, siang, dan malam.  Bekerja enam hari,  dan libur sehari. Mari katakan, mudahnya seperti itu. Lalu,  setelah dijalani,  khususnya dinas malam, rasanya mengapa seberat ini.  Aku sangat menghormati para rekan rekan yang masih mau bertahan, ataupun terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Bekerja merawat pasien,  merelakan jam tidurmu terganggu. Pola tidur yang jadi berantakan,  memastikan semua baik baik saja. Tidak hanya tindakan,  tapi juga berkas-berkas dipastikan lengkap.  Buatku, dinas malam itu dinas paling berat. Khususnya buat orang seperti ku,  yang kuat,  namun sekali sakit bisa tumbang berhari...

Pengalaman Join TOASTMASTER

Saya rasa teman- teman sekalian sudah pernah dengar ya tentang Toastmaster. Tapi kali ini saya akan menceritakan ulang taaupun menjelaskan kembali apa yang saya tahu dari sudut pandang yang saya miliki. Toastmaster adalah sebuah club internasional yang berada hampir dibeberapa negara besar, dan juga dikota-kota besar disebuah negara tersebut. Toastmaster juga dikenal sebagai organisasi nirlaba Internasional yang berasal dari Amerika Serikat dengan misi utama menyiapkan lingkungan dan situasi belajar yang positif dan menunjang pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para anggota yang berada didalamnya. Nah, berhubung saya dimedan, jadi saya ceritakan tentang kota ini saja ya. Nah di medan ini ada beberapa club toastmaster, walau saya belum tahu semua namanya, namun akan saya sebutkan beberapa, seperti: Medan First, Titanium, Phoenix, Medan Miracle Pidato Club, Polonia Toastmaster Club, dan mungkin ada lainnya tapi saya tidak tahu. Tiap-tiap club ini ada yang memiliki...